.: media bersama berbagi visi, ide dan gagasan :.

Alternatif Cara untuk Menjamin Kewajaran Usulan Belanja

Terima kasih atas kunjungannya. Lihat halaman Daftar Isi dan Komentar / Tambahan Penjelasan Terbaru

asbDalam sistem anggaran berbasis prestasi kerja, setiap usulan program dan kegiatan serta anggarannya perlu dinilai kewajarannya. Dalam kaitan itu, perlu ditetapkan Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai pedoman yang digunakan untuk menganalisis kewajaran beban kerja atau biaya setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam satu tahun anggaran.

Pada tataran praktis, penilaian kewajaran tersebut umum dilakukan dengan membandingkan perkiraan belanja hasil perhitungan dari SKPD dengan perkiraan belanja hasil perhitungan model regresi sederhana yang menghubungkan variabel beban kerja dengan total kebutuhan belanjanya.

Ada banyak kritik yang muncul. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. GIGO: Garbage in Garbage Out. Data yang digunakan adalah data masa lalu. Bila pada data tersebut telah ada mark-up, maka nilai belanja hasil prediksi model pun cenderung telah termasuki unsur-unsur mark-up tersebut.
  2. Tidak menjamin menghasilkan prediksi total belanja yang paling efisien. Bila karena satu dan lain hal, suatu aktivitas dapat dipersingkat atau digantikan aktivitas lain, atau dihilangkan, maka hasil perhitungan manual akan lebih efisien dibandingkan dengan perkiraan model regresi. Mengapa? Karena aktivitas di dalam model sudah tidak dapat diubah, kecuali bila dilakukan penghitungan ulang.
  3. Pengelompokan kegiatan yang relatif umum. Umum terjadi bahwa kegiatan yang diberi nama sama atau mirip tetapi dilaksanakan oleh dua atau tiga SKPD yang relatif berbeda akan cenderung berbeda. Akibatnya, pengelompokkan kegiatan tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan kemiripan nama kegiatan.

ALTERNATIF

Adakah alternatif cara untuk menjamin kewajaran usulan belanja?

Selengkapnya »

Research Questions yang Hot pada Domain Manajemen Keuangan Daerah

tanya2Manajemen Keuangan Daerah merupakan salah satu bagian inti dari Kebijakan Publik di Daerah. Berpengaruh menentukan kinerja Pemda dalam peningkatan kesejahteraan rakyat di Daerah.

Banyak hal dari Manajemen Keuangan Daerah yang masih perlu digali, diteliti, dan dikaji untuk kemudian menemu-kenali rekomendasi yang relevan untuk perbaikan Manajemen Keuangan di Daerah.

Tulisan ini menjadi pembuka untuk curah pendapat tentang research question yang hot pada domain Manajemen Keuangan Daerah. Tulisan ini diinspirasi oleh Pak Abshor pada link ini. Pesan yang disampaikan adalah:

sy sdg menrancang penltn dg topik anggaran dg objek APBD Pemda. mhn bantuan hot isue dari perspektif manajemen keuangan. tks

Kepada Bapak / Ibu / Saudara yang sedang berkunjung, kami mohon kesediannya untuk ikut serta dalam curah pendapat melalui form komentar.

Sebelum dan sesudahnya, kami ucapkan terima kasih.

Incremental Capital-Output Ratio

Investasi akan mempengaruhi jumlah barang modal, yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah output yang dapat dihasilkan. Besar investasi di tahun ini di suatu Daerah akan berpengaruh pada besar PDRB di tahun yang akan datang.

Berapakah kebutuhan investasi di Daerah jika PDRB ditargetkan tumbuh sebesar x% di tahun yang akan datang? Ini pertanyaan penting untuk memastikan pencapaian kinerja pertumbuhan ekonomi (PDRB) di daerah. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan menggunakan ICOR (Incremental Capital-Output Ratio).

Diterjemahkan secara bebas, penjelasan tentang incremental capital output ratio (ICOR) dalam Statistical Manual Bank Dunia, adalah sebagai berikut. Selengkapnya »